Aku, kamu dan senja
Disini masih tetap setia
Menanti waktu ijinkan kita untuk bertemu
Menanti ruang ijinkan kita untuk mengganti rindu yang baru
Menanti momen ijinkan kita untuk kembali menikmati yang kita suka
Kepulan-kepulan asap dan foam Cappuccino hangat mu
Hawa-hawa dingin dan serut es Strawberry dingin ku
Yang kini hanya mampu di kenang
Yang kini hanya menjadi harap
Tentang senja. Tentang cinta yang kita. Tentang senyuman yang seindah senja. Tentang mimpi yang terasa nyata. Tentang waktu yang merekam semua cerita. Tentang kita.
Aku, kamu dan senja
Disini kita hanya mampu berbicara dalam dunia maya
Semu tapi tampak begitu nyata
Mencoba membasuh dahaga rindu setiap hari nya
Tapi kita sadar sebentar lagi waktunya akan tiba
Menikmati tawa kita, menikmati senja kita, berdua
Aku, kamu dan senja
Waktu berputar perlahan. Waktu menahan sebuah senyuman. Waktu selalu merajut keping-keping kenangan. Tapi senja selalu akan membuatku bertahan.
Senja kini masih ada
Selalu hadir untuk kita nikmati tiap sore nya
Kita nikmati, masing-masing, di waktu yang, di tempat yang berbeda
Karena hanya dengan memikirkanmu, aku tak terlalu merasakan kesepian yang nyata
Aku bisikkan rindu ini kepada senja
Aku titipkan rindu ini kepada senja
Apakah dia ada disana saat ku nikmati senja?
Wajahmu yang seanggun senja. Aku selalu melukiskannya saat hampa. Kehadiranmu bagai lagu. Aku selalu mendengarkannya saat rindu. Memorimu bagai awan. Aku selalu mengkhayalkannya lewat kenangan.
Aku, kamu dan senja
Tentang cinta yang telah tertorehkan dalam dunia kita
Tentang senyuman yang selalu berikan kerinduan dalam asa
Tentang mimpi yang mampu membuat rindu ini terasa nyata ditiap lelapnya
Tentang waktu yang nantinya akan berikan air mata bahagia ketika bertemu lagi dengannya
Tentang aku yang disini masih tetap merindukan kamu
Tentang kamu yang selalu akan aku rindukan lewat senja dan waktu
Tentang senja, kita dan kisah kita
Saat senja coba ceritakan kisah yang terhalang tatapan nyata. Namun, bayang-bayang mimpi yang selalu mengantarkan kenangan tentangmu yang tak pernah terlupa. Aku yang kini merasakan pahit getir waktu tanpa senyumanmu, kehadiranmu. Aku akan selalu disini untukmu. Ijinkan aku untuk selalu mengucapkan kata yang membuat rindu, namun menguatkan yakinku…
Aku sayang kamu…...
Jumat, 02 Agustus 2013
Sabtu, 27 Juli 2013
You Only Live Once
"Arti Hidup adalah untuk memberi hidup sebuah Arti"
"Hiduplah seperti tidak ada hari esok dimana kamu harus melakukan segala hal yang baik yang bisa dilakukan di setiap harinya, hiduplah dengan penuh kebahagiaan dimana kamu merasa tidak pernah tersakiti, dan hiduplah dengan penuh tawa seperti yang kamu lakukan dimasa kecil dulu"
Arti hidup menurut gue...........simple, ya hidup itu singkat jadi manfaatkan hidup kita sebaik-baiknya. buat gue di dunia ini engga ada yang abadi, terutama kehidupan. kehidupan di dunia ini hanya sementara, dunia hanya tempat singgah kita sebelum masuk kedalam kehidupan abadi dimana semuanya akan kekal dan tidak ada lagi yang mati, itu adalah 2 tempat yang sangat menentukan kehidupan abadi kita nanti yaitu "surga" dan "neraka". semua orang pasti ingin masuk surga lah ga ada yang pengen masuk neraka, jadi manfaatkanlah hidup kita yang singkat ini untuk membeli tiket masuk pintu surga yaitu pahala.
Kalo ngomongin tentang akhirat ga akan ada abisnya dan itu terlalu jauh untuk dibahas, jadi gue pengen bahas tentang kehidupan di dunia ini aja.
Hidup itu sangat singkat tapi ga gampang, ga semua orang hidup selalu bahagia pasti ada saatnya mereka sedih atau sakit. ada orang bijak yang bilang "roda pasti berputar, ada saatnya lo diatas, ada saatnya juga nanti lo dibawah, tapi lo harus sebisa mungkin untuk nahan roda itu minimal ditengah jangan sampe bawah karena kalo roda itu udah nyampe bawah lo bakal susah lagi untuk buat roda itu jadi ke atas"
saat roda itu masih diatas, jangan terlalu seneng dan puas sm apa yg lo dapet, karena ya roda bakal muter dan itu kodrat dalam hidup mau ga mau lo pasti ada saatnya dibawah tp lo bisa tahan roda itu jangan sampe bawah bawah bgt seengaknya sampe tengah aja, dan yang nentuin kemana roda itu bakal muter itu adalah sikap lo dalam segala hal, sikap lo sama orang lain, sama hidup lo gimana, gimana lo mensyukuri hidup. selama lo masih bisa bahagia, seneng-seneng sama apa yang lo punya, ya nikmaitin aja, hidup ini buat disyukuri dan dinikmatin karena ini cuma berlangsung sebentar.
hidup ini berjalan tergantung apa yang lo lakuin kemaren, sekarang dan besok. kalo lo salah dikit aja kehidupan lo bisa berubah 180 derajat, ya hati hati lah dalam melangkah, hati-hati dalam berbicara, hati-hati jalam bersikap, fikirkan orang lain, jangan cuma pikirin diri lo sendiri. apa yang lo lakuin itu yang bakal tuhan bales ke lo nanti, entah baik ataupun buruk. ya kalo lo baik ke orang suatu saat akan ada orang yang baik sama lo berkali-kali lipat dari yang lo lakuin mungkin dengan cara yang lain.
Hidup itu bagaikan laut, kadang pasang kadang surut. Kalau lo lebih mendalami atau mengerti hidup, lo bisa melihat keindahan hidup seprti alam dalam laut. karena di dalam laut akan terdapat banyak terumbu karang dari yang indah sampai yang menyeramkan
"Syukuri apa yang ada hidup adalah Anugerah"
itu lagu bener banget, dengan lo hidup aja udah anugerah terindah yang diberikan Tuhan buat lo apalagi kalo lo ngejalanin hidup lo dengan bahagia dan dengan didampingi oleh orang-orang yang lo cintai. hidup itu tergantung elo ngejalaninnya gimana, kalo lo nyaman maka hidup ini akan terasa lebih indah. jangan lupa buat selalu bersyukur sama apa yang lo punya saat ini, karena sewaktu waktu kalo lo engga mensyukuri apa yang dikasih sama Tuhan, Tuhan bakal dengan gampang ngambil semuanya dari hidup lo. jadi selama lo masih bisa hidup, selama lo masih bisa bahagia, selama lo masih bisa seneng-seneng sama orang-orang disekitar lo, jangan pernah nyia-nyiain hidup ini, karena hidup cuma sekali dan manfaatin hidup ini dengan melakukan hal yang baik buat orang sekitar dan buat diri lo sendiri. Hidup ini akan lebih indah lagi kalo lo tau jalan mana yang benar dan yang harus lo ambil. so take it easy guys.
Minggu, 14 Juli 2013
Appreciate or not
Ngomong soal menghargai dan nggak siapa sih orang yang gak mau dihargai sama orang lain, bukan buat pamrih bukan juga buat nunjukin kalo kita emang worthy atau sudah sepantasnya dihargai, ya sekedar pengen manusiawi ajaApa sih gunanya menghargai itu? Kebanyakan untuk agar supaya menjaga perasaan gitu sehingga perlu untuk menghargai ato murni sebuah bentuk appreciating to someone ato ya emang he or she deserves it ? Banyak sebab sih yg memungkinkan. Apapun bentuknya ya, siapa sih yg gamau dihargai ? Everybody wants it.
Kalo ceritanya beda lagi gimana, disaat lo malah justru merasa gak dihargai karena suatu perlakuan yg namanya menghargai juga yg dilakuin sama orang. Bingung sih. Begimana bisa disaat ada yg mau menghargai tapi kitanya malah merasa gak dihargai. Disaat kita butuh dihargai dan disaat yg sama yg butuh dihargain itu gak cuma kita, katanya. Gimana mau ngehargain orang, gue juga sama-sama manusia yg butuh dihargain. Apa karena kita disini yg lebih bisa berlapang dada ato realize akan semuanya lantas kita mesti berbesar hati pula untuk let it be appreciated gitu diatas kita yg merasa gak dihargain? Toh sama2 manusia kan jadi sama2 taulah rasanya gimana dan kepengennya gimana. Lucu malahjadinya, disaat ada yg mau ngehargain judulnya tapi kenyataannya impactnya malah bisa kita yg gak ngerasa untuk dihargain.
Gue bingung, gak ngerti apa namanya ini. Ada kalanya kebesaran hati buat firstly ngehargain orang dulu itu bisa dilakuin tapi namanya juga manusia ada masa dimana titikjenuh mulai dirasain. Bosen untuk terus mengalah dan mengerti dan seolah mau berhenti untuk buat peduli dan mentingin orang lain. Di setiap kesempatan gue kadang selalu merasa selalu dijadiin untuk jadi orang yg selalu mengalah. Itu karena emang ditakdirinnya begitu apa karena sifat gue sendiri gitu yg memungkinkan bahkan mendukung untuk wajib mengalah gitu? Gue sendiri sampe gak ngerti. Boleh gak sih kita egois setelah kita berbesar hati banget buat mentingin orang lain dan sekarang kita butuh untuk mentingin diri kita sendiri. Ada yg bilang sama gue untuk sabar, but everything has their limits. Ya bgitu jugalah dengan kesabaran gue, gue jengah dengan harus bersabar sebentar katanya untuk menghargai yg notabenenya mentingin orang lain dibandingkan gue. Yaya sabar sebentar, tapi boleh dong gue berontak krn gak setiap tolak ukur batas kesabaran tiap orang itu sama ? Sampe kadang bingung yg gue lakuin ini bener gak sih? Apa itu bisa dibilang bener disaat lo merasa gak nyaman dengan keputusan yg lo ambil yg bisa dikategoriin dengan yg namanya mengalah? Harus mengalah terus buat orang lain? Gak boleh kita untuk bisa menikmati kenyamanan sendiri tanpa harus mengalah dan selalu mau untuk mengerti soal semua ini demi si A, si B bukan demi diri kita sendiri. Terserah apa masih mau dianggep egois juga ato gimana, gak munafik ya gue juga butuh diperlakukan yg sama karena ya gue juga manusia kan sama yang punya keinginan dan batas-batas tertentu dalam hidupnya.
Jumat, 07 Juni 2013
Cinta itu buta
Cinta. Lagi-lagi kata bodoh itu hadir di hidupku, menggentayangi seluruh hidupku dengan kata-kata busuk yang sering terlontar dari setiap mahkluk di muka bumi ini, dulu kata itu berharga, sekarang? Seperti sampah. Busuk. Siapa yang salah? Mereka yang telah bermain-main dengan kata itu, memberi harapan dan tiba-tiba hilang seperti angin, mereka menyesal, tapi terus mengulanginya.
Di definisi kehidupanku, kata-kata itu hanya sia-sia, hanya berlaku untuk laki-laki pemain dan pemberi harapan dan tiba-tiba hilang tertelan angin. Dan tiba-tiba kehadirannya datang dengan perempuan lain, siapa yang tidak punya perasaan? Se-buta itukah cinta? Hingga harus merelakan rasa sakit untuk satu orang didalamnya. Cinta itu busuk.
Apa yang mereka harapkan? Membalas dendam? Atau benar-benar mencintai? Siapa yang bisa membuktikannya dengan cinta yang sesungguhnya? Mungkin ada. Tapi sulit untukmu mencari seseorang yang mampu membuktikan semua itu.
Cinta itu hasrat nafsu. Dimulai dari sebuah tatapan bodoh yang kau bilang itu berarti cinta. Tiba-tiba sebuah kecupan yang datang atas dasar rasa nafsu. Kau tetap bilang itu cinta, cara membuktikannya. Ternyata tidak seluruh kecupan berarti cinta.
Kau sudah puas akan diriku. Kau hilang begitu saja, tanpa bekas sedikitpun, meninggalkan sejuta kenangan yang bagiku indah. Mungkin bagimu tidak. Rasa murka itu datang, tapi apa yang bisa kuperbuat? Toh, kau juga sudah hilang, mungkin dengan makhluk lainnya dan kau perlakukan dirinya sama seperti diriku. Bodoh. Tolol.
Rasa sayangku sudah terkalahkan dengan rasa benciku yang terus mengalir dalam darahku olehmu. Aku merasa sangat terbuang. Terpojokkan. Tanpa dirimu,
Ingatkah kamu kenangan pertama kali kita? Semuanya terasa begitu indah, tanpa harus mengorbakan rasa sakit kita, kita bahagia bersama, kita memperjuangkan semua hal bersama, dan kita menjalaninya dengan setulus hati bersama-sama. Rasa kecewa mungkin aku pikir mungkin tidak akan pernah datang, ya, saat kita baru memulai mungkin memang tidak datang, kau buat aku bahagia, kau memperlakukanku seperti aku putrimu, kau lindungi aku dari segala hal, sampai, kau berikan aku seluruh hal yang kau punya, dan kau bilang padaku untuk jaga itu semua baik-baik, aku hanya menurut pada seluruh perintahmu, dan saat itu, aku yakin bahwa kau sangat mencintaiku lebih dari apapun, dan dulu aku berpikir, bahwa kau adalah sosok yang telah kucari selama ini, dan akupun bahagia, aku berkata bahwa aku tidak pernah melihat laki-laki sepertimu. Mungkin saat itu kau tiba-tiba menjadi besar kepala, kau mulai bersikap berlebihan, menjadi orang yang egois, dan kau hanya mementingkan dirimu sendiri tanpa pernah mementingkan diriku lagi, sosokku mungkin hanya segelintir debu yang berterbangan di tatapanmu, aku tidak pernah memperdulikan atau merasakan apa yang telah kau perbuat, aku tidak akan mau menjadi orang yang sakit hati karena sikapmu, karena aku percaya padamu, aku malah memperlakukanmu seperti kau itu rajaku, raja dari segala raja, tapi seiring waktu berjalan, kau mulai untuk mengambil jalan mundur dengan sangat pelan. Tapi menyakitkan, aku tidak tahu kau berjalan mundur, hingga akhirnya semakin jauh langkahmu, aku baru menyadari, bahwa aku sendiri yang menjalani hal-hal itu sekarang tanpa dirimu. Aku baru bisa merasakan apa itu rasa sakit saat kau berjalan mundur, rasa itu sungguh menyayat, menyayat dengan pelan namun sangat dalam, air mataku mungkin mengalir tanpa henti, tapi apa sosokmu memperdulikan air mataku? Tidak. Kau bersenang-senang diatas air mataku.
Hmm, ingatkah kamu saat pertama kalinya kau menatap mataku, menatapnya dengan dalam-dalam, kau berkata "aku sayang kamu" sambil memegang kedua tanganku erat-erat, disaat itulah aku merasakan jatuh cinta dari dalam dirimu, terpancar sangat kuat, hingga aku tidak sanggup untuk menahan kedua air mataku. Disaat hari itulah kau memegang tanganku dengan penuh cinta. Apa kau masih ingat disaat kita duduk berdua? Memandangi langit cerah bersama-sama di ayunan? Itu indah, sangat indah, aku tidak mampu menahan seluruh perasaan bahagiaku, kau terlihat dingin, itu yang membuatku lebih takut untuk bersikap lebih dekat. Aku berusaha cuek juga, dan aku sangat bingung. Tapi aku tidak peduli, aku hanya mempedulikan bahwa disaat itulah aku menjadi milikmu. Disaat kelingkingmu melingkar di jari kecilku, mengucapkan janji bahwa kita akan bersama. Aku suka hal itu. Aku merindukannya.
Pernahkah kau berpikir bahwa aku seseorang yang puitis? Seseorang yang mungkin akan mendeskripsikan sikapmu lebih banyak daripada apa yang kau pikirkan? Mungkin tidak, mungkin aku terlihat seseorang yang acuh-tak-acuh pada segala hal, namun banyak hal yang selalu kupendam untuk kuceritakan. Air matakupun tidak sanggup untuk menahan rasa sakitnya kebutaan dalam cintamu yang sekarang telah menyakitiku. Aku lebih baik melepaskanmu, aku rela. Aku hanya tidak mau menjadi seseorang yang dengan enaknya selalu kau sakiti dan menjadi sebuah pelampiasanmu :)
Sosokmu. Susah untuk kudeskrispikan dengan kata-kata cinta, dulu. Kata-kata cinta tidak mampu mendeskripsikanmu, karena kau, lebih dari kata indah.
Kau. Seorang ksatria yang selalu bermimpi untuk mencari kedamaian di hatiku.
Kubilang. Cinta itu buta. Sangat buta.
Thankyou
Salam Radar Neptunus
Di definisi kehidupanku, kata-kata itu hanya sia-sia, hanya berlaku untuk laki-laki pemain dan pemberi harapan dan tiba-tiba hilang tertelan angin. Dan tiba-tiba kehadirannya datang dengan perempuan lain, siapa yang tidak punya perasaan? Se-buta itukah cinta? Hingga harus merelakan rasa sakit untuk satu orang didalamnya. Cinta itu busuk.
Apa yang mereka harapkan? Membalas dendam? Atau benar-benar mencintai? Siapa yang bisa membuktikannya dengan cinta yang sesungguhnya? Mungkin ada. Tapi sulit untukmu mencari seseorang yang mampu membuktikan semua itu.
Cinta itu hasrat nafsu. Dimulai dari sebuah tatapan bodoh yang kau bilang itu berarti cinta. Tiba-tiba sebuah kecupan yang datang atas dasar rasa nafsu. Kau tetap bilang itu cinta, cara membuktikannya. Ternyata tidak seluruh kecupan berarti cinta.
Kau sudah puas akan diriku. Kau hilang begitu saja, tanpa bekas sedikitpun, meninggalkan sejuta kenangan yang bagiku indah. Mungkin bagimu tidak. Rasa murka itu datang, tapi apa yang bisa kuperbuat? Toh, kau juga sudah hilang, mungkin dengan makhluk lainnya dan kau perlakukan dirinya sama seperti diriku. Bodoh. Tolol.
Rasa sayangku sudah terkalahkan dengan rasa benciku yang terus mengalir dalam darahku olehmu. Aku merasa sangat terbuang. Terpojokkan. Tanpa dirimu,
Ingatkah kamu kenangan pertama kali kita? Semuanya terasa begitu indah, tanpa harus mengorbakan rasa sakit kita, kita bahagia bersama, kita memperjuangkan semua hal bersama, dan kita menjalaninya dengan setulus hati bersama-sama. Rasa kecewa mungkin aku pikir mungkin tidak akan pernah datang, ya, saat kita baru memulai mungkin memang tidak datang, kau buat aku bahagia, kau memperlakukanku seperti aku putrimu, kau lindungi aku dari segala hal, sampai, kau berikan aku seluruh hal yang kau punya, dan kau bilang padaku untuk jaga itu semua baik-baik, aku hanya menurut pada seluruh perintahmu, dan saat itu, aku yakin bahwa kau sangat mencintaiku lebih dari apapun, dan dulu aku berpikir, bahwa kau adalah sosok yang telah kucari selama ini, dan akupun bahagia, aku berkata bahwa aku tidak pernah melihat laki-laki sepertimu. Mungkin saat itu kau tiba-tiba menjadi besar kepala, kau mulai bersikap berlebihan, menjadi orang yang egois, dan kau hanya mementingkan dirimu sendiri tanpa pernah mementingkan diriku lagi, sosokku mungkin hanya segelintir debu yang berterbangan di tatapanmu, aku tidak pernah memperdulikan atau merasakan apa yang telah kau perbuat, aku tidak akan mau menjadi orang yang sakit hati karena sikapmu, karena aku percaya padamu, aku malah memperlakukanmu seperti kau itu rajaku, raja dari segala raja, tapi seiring waktu berjalan, kau mulai untuk mengambil jalan mundur dengan sangat pelan. Tapi menyakitkan, aku tidak tahu kau berjalan mundur, hingga akhirnya semakin jauh langkahmu, aku baru menyadari, bahwa aku sendiri yang menjalani hal-hal itu sekarang tanpa dirimu. Aku baru bisa merasakan apa itu rasa sakit saat kau berjalan mundur, rasa itu sungguh menyayat, menyayat dengan pelan namun sangat dalam, air mataku mungkin mengalir tanpa henti, tapi apa sosokmu memperdulikan air mataku? Tidak. Kau bersenang-senang diatas air mataku.
Hmm, ingatkah kamu saat pertama kalinya kau menatap mataku, menatapnya dengan dalam-dalam, kau berkata "aku sayang kamu" sambil memegang kedua tanganku erat-erat, disaat itulah aku merasakan jatuh cinta dari dalam dirimu, terpancar sangat kuat, hingga aku tidak sanggup untuk menahan kedua air mataku. Disaat hari itulah kau memegang tanganku dengan penuh cinta. Apa kau masih ingat disaat kita duduk berdua? Memandangi langit cerah bersama-sama di ayunan? Itu indah, sangat indah, aku tidak mampu menahan seluruh perasaan bahagiaku, kau terlihat dingin, itu yang membuatku lebih takut untuk bersikap lebih dekat. Aku berusaha cuek juga, dan aku sangat bingung. Tapi aku tidak peduli, aku hanya mempedulikan bahwa disaat itulah aku menjadi milikmu. Disaat kelingkingmu melingkar di jari kecilku, mengucapkan janji bahwa kita akan bersama. Aku suka hal itu. Aku merindukannya.
Pernahkah kau berpikir bahwa aku seseorang yang puitis? Seseorang yang mungkin akan mendeskripsikan sikapmu lebih banyak daripada apa yang kau pikirkan? Mungkin tidak, mungkin aku terlihat seseorang yang acuh-tak-acuh pada segala hal, namun banyak hal yang selalu kupendam untuk kuceritakan. Air matakupun tidak sanggup untuk menahan rasa sakitnya kebutaan dalam cintamu yang sekarang telah menyakitiku. Aku lebih baik melepaskanmu, aku rela. Aku hanya tidak mau menjadi seseorang yang dengan enaknya selalu kau sakiti dan menjadi sebuah pelampiasanmu :)
Sosokmu. Susah untuk kudeskrispikan dengan kata-kata cinta, dulu. Kata-kata cinta tidak mampu mendeskripsikanmu, karena kau, lebih dari kata indah.
Kau. Seorang ksatria yang selalu bermimpi untuk mencari kedamaian di hatiku.
Kubilang. Cinta itu buta. Sangat buta.
Thankyou
Salam Radar Neptunus
Desperate
Aku, aku mencintaimu.
Aku? Terlahir di dunia untuk mencintaimu, menjagamu, dan menerimamu apa adanya, seperti apa yang Tuhan berikan.
Aku?
Hanya seorang manusia biasa..
Yang egois, yang tak pernah puas, yang munafik.
Dimata mereka aku begita, dimataku? Aku selalu benar, selalu.
Tapi, kau pandang aku apa?
Mungkin aku hanya sampah kecil yang tak berguna di hidupmu.
Yang selalu meronta akan dirimu, yang kupikir..kamu orang yang akan berarti banyak.
Tak seorangpun boleh membuatmu jatuh cinta kepadanya, tidak.
Egois.
Sudah kubilang aku egois.
Tapi apa?
Perjuanganku selama ini sia-sia.
Seperti aku menyiram batu panas dibawah teriknya matahari dengan air dingin, sia-sia.
Kau berpaling dengan sosok yang tidak asing, dimataku.
Kau sadar? Dia parasit, sayang!
Dia coba merebutmu sejak kita bersama..
Apa ini kehendak Tuhan? Tuhan, kembalikan seluruh masa laluku!
Disaat senyumku selalu hair, disaat dirinya selalu memberi kasih sayang dan membanggakanku dihadapan semua orang..
Kebahagiaanku?Sementara saja.
Semua senang dengan rasa ini, rasa penderitaanku..
Benarkah bahwa cinta mampu mengobati, segala rasa sakitku ini?
Aku sungguh bodoh, sungguh-sungguh bodoh , tak pernah ku rasa indah yang kau beri.
Kamulah yang sempurna setidaknya bagiku..
Sulit lagi untukku mencari sepertimu, sosokmu..
Dimanapun takkan ada..
Apa lagi yang harus kusesali? Semua telah lewat..
Terima kasih, aku menyesal.
Thankyou
Salam Radar Neptunus
Aku? Terlahir di dunia untuk mencintaimu, menjagamu, dan menerimamu apa adanya, seperti apa yang Tuhan berikan.
Aku?
Hanya seorang manusia biasa..
Yang egois, yang tak pernah puas, yang munafik.
Dimata mereka aku begita, dimataku? Aku selalu benar, selalu.
Tapi, kau pandang aku apa?
Mungkin aku hanya sampah kecil yang tak berguna di hidupmu.
Yang selalu meronta akan dirimu, yang kupikir..kamu orang yang akan berarti banyak.
Tak seorangpun boleh membuatmu jatuh cinta kepadanya, tidak.
Egois.
Sudah kubilang aku egois.
Tapi apa?
Perjuanganku selama ini sia-sia.
Seperti aku menyiram batu panas dibawah teriknya matahari dengan air dingin, sia-sia.
Kau berpaling dengan sosok yang tidak asing, dimataku.
Kau sadar? Dia parasit, sayang!
Dia coba merebutmu sejak kita bersama..
Apa ini kehendak Tuhan? Tuhan, kembalikan seluruh masa laluku!
Disaat senyumku selalu hair, disaat dirinya selalu memberi kasih sayang dan membanggakanku dihadapan semua orang..
Kebahagiaanku?Sementara saja.
Semua senang dengan rasa ini, rasa penderitaanku..
Benarkah bahwa cinta mampu mengobati, segala rasa sakitku ini?
Aku sungguh bodoh, sungguh-sungguh bodoh , tak pernah ku rasa indah yang kau beri.
Kamulah yang sempurna setidaknya bagiku..
Sulit lagi untukku mencari sepertimu, sosokmu..
Dimanapun takkan ada..
Apa lagi yang harus kusesali? Semua telah lewat..
Terima kasih, aku menyesal.
Thankyou
Salam Radar Neptunus
Senin, 27 Mei 2013
Hmm.. Why ?
Gue sebenernya sih agak bingung juga kenapa gue mau bikin blog dan nulis (sampai saat ini) pemikiran-pemikiran gue, dan bukan kronologis kejadian yang gue alami tiap hari. Atau lebih tepatnya, kenapa gue merasa harus menyampaikan tanggapan otak gue terhadap kejadian biasa yang normalnya, emang gue alami tiap hari.
Terus tiba-tiba gue gak sengaja nemu video wawancara Raditya Dika tentang asal mula dia nge-blog.
Sama kayak gue, dia suka nulis diary dari kelas 4 SD. Dan lo tahu apa yang bikin dia merasa harus nulis rincian hidupnya di diary?
Untuk warisan.
Dia pikir, kalau gue mati nanti, gue cuma bakal jadi salah satu dari sekian juta orang di bumi yang mati pada hari itu. Orang-orang cuma akan nangisin gue untuk, paling lama, sebulan, dan gue akan hilang.
Gue pikir, bener juga. Dan waktu dia bilang dia pengen cucunya tahu gimana kehidupannya dulu, gue jadi bener-bener terharu.
Bukan apa-apa. Gini deh. Kalau gue jadi cucunya, dan tiba-tiba setelah, misalnya, seminggu pasca kematiannya, ibu gue ngasih diary punya kakek gue yang bisa gue baca, itu rasanya, gimana ya? Keren aja.
Itu filosofi Dika untuk nulis diary waktu kelas 4 SD. Dia mau punya semacam warisan unik yang bisa dia kasih dari hidupnya.
Kalau gue?
Gue gak pernah bener-bener ngerti atau tahu, kenapa gue merasa harus nulis. Sebenernya gue bahkan bukan tipe orang yang gak doyan mengumbar masalah kehidupan gue ke orang-orang. Singkatnya, gue hobi cerita. Dan, gue gak kekurangan pendengar.
Jadi kalau tujuan gue nulis adalah untuk didengar, kayaknya bukan.
Atau gue butuh didengar tanpa komentar? hhha
Thankyou
Salam Radar Neptunus
Sabtu, 25 Mei 2013
Ha?Gak Normal? Masasih:3
Tanggal 9 Oktober nanti tahun ini umur gue menginjak 15 tahun, umur yang bisa di bilang bukan umur anak kecil lagi...Tapi gue ngerasa dari dulu hidup gue sama aja, tingkah laku, pola pikir, kebiasaan hidup semua tuh terasa sama aja dari jaman gua kecil.Hhmm.salah satu sifat yang dari dulu belom pernah hilang dari hidup gue hha, yaitu manja yeay manja, sebenarnya sih gue anaknya rada manjaan tapi manja nya itu kalo udah ngumpul bareng keluarga saudara paling manja nya itu yagitu2, kalo disekolah bareng temen hmm.. jarang sih,tapi terkadang dateng kumatnya hha.. Apa yang salah coba sama gue?-_-atau mungkin emang belum saatnya? huufftttt-_- kalo ngeliat temen2 yang lain si ya mereka ga jauh beda sama gue, tapi si menurut gue mereka SEDIKIT lebih dewasa sih..mama sering banget bilang "yaampun kamu itu udah mau 15 tahun, masih aja kaya anak kecil" bertanya dengan tampang penuh keheranan+bingung, dia aja bingung apalagi gue? huffttteeetee-,- kocak deeehhh emak dan anak sama-sama bingung wkwk Sekarang ini gue udah mau kelas 10, 1 SMA tapii?? ngenesss-,- kalo dulu tuh ya pas gue daftar sekolah ke smp 1 pku abis lulus SD, gue ngeliat kakak-kakaknya yg kelas 9 ituuu WAW!! tapi pas gue sendiri yang ngerasain gimana rasanya jadi anak kelas 9 tuh biasa aja, ga jauh beda rasanya sama waktu gue kelas 6 SD. gue rasa gue ga normal deh *eehhh sembarangan aja ngomongnya wkwkwk-_- mungkin emang udah takdirnya , gue jalanin aja deh hidup dengan apa adanya, biar aja gimana pun gue begituah gue bakalan jalanin hidup ini *alamaaakk bahasanyaa wkwkwk ngomong-ngomong tentang apa adanya gue jadi masi mikir soal sifat gue ini..aaarrrrrgggg sedih banget! sifat yang ga akan pernah ada yang mau nerima.. pengen ngebahas tapiii cuma bikin nyesek :'( kapan-kapan aja deh gue ceritain yaaa ;) bye..see you next my post :)
Thankyou~
Salam Radar Neptunus
Thankyou~
Salam Radar Neptunus
Langganan:
Postingan (Atom)
